S U G E N G R A W U H

Kamis, 28 Juni 2012

Tips Honda C Series

Honda C Series Bisa Pakai Rasio Astrea 800

Gigi 2 depan-belakang dan gigi 3 belakang Astrea 800 yang siap pasang
Ada cara
murah bagi pemilik Honda C series macam Honda Prima sampai Honda Supra. Terutama yang senang ngebut harian. Rasio alias girboks bebek C series bisa mengandalkan punya Honda Astrea 800 untuk balapan. Jadi, enggak perlu beli rasio utuh.

“Biasa pakai buat balap jalanan. Cukup hanya memadukan rasio Astrea 800 buat C series. Enggak perlu ganti semua,” bilang Ceng Kun dari Ceng Kun Motor Sport (CMS), Tangerang.

Ayo tengok perbandingan girboks generasi bebek Astrea Prima sampai Supra. Perbandingan drive gear atau gigi penggerak atau gir depan dan driven gear alias gir yang digerakan atau gir belakang dari Prima sampai Supra Gigi 1 24/12, gigi 2 29/17, gigi 3 26/21, dan 23/24.

“Diganti gigi 2 dan gigi 3. Penggantian dua gigi itu jadi lebih panjang tarikannya. Berbeda kalau pakai standar yang rpm-nya pendek,” ulas Ceng Kun dari markasnya di Mauk, Tangerang. 

Tapi, aplikasi rasio 2 dan rasio 3 dari Astrea 800 enggak bisa asal pasang. Karena perbedaan ketebalan berbeda jauh. Makanya, tahap awal harus dibubut alias menipiskan gigi 2-3 Astrea 800.

Diukur dulu ketebalan gigi 2-3 C series dan rasio 2-3 Astrea 800. Dimulai dari rasio depan-belakang gigi 2. Ketebalan gigi 2 drive gear 800 tebalnya 10,32 mm. Supaya bisa dipasang ke rasio bebek Honda C series dipangkas jadi 8,13 mm. Sedang untuk gigi driven gear yang tebalnya 14,73 mm dibubut jadi 10,88 mm.

“Buat gigi 2 yang depan harus dirancang lagi tiga kaki dan got spacernya. Disamakan aja tinggi dan lebar kakinya, terus dalam gotnya juga disamakan,” rinci Ceng Kun berbagi ilmu.

Giliran gigi 3 bagian belakang rasio Astrea 800. Gigi 3 driven gear aja yang dipakai untuk dipasang ke C series. Ketebalan gir belakang ketiga Astrea 800 13,95 mm. Ketebalan 13,95 harus dibubut sehingga jadi 10,48. Profil permukaannya harus disamakan dengan gigi belakang ketiga C series.

 Gigi 3 tambah 2 mata (Kiri). Gigi 2 depan-belakang yang lebih tinggi dan tebal sebelum-setelah dibubut (kanan).
Setelah dibubut, perbandingan gir gigi 1-4 bebek C series bisa diketahui. Gigi 1 34/12, 2 28/17, 3 26/23, dan gigi 4 23/24.

Pengaruhnya jelas sekali saat perpindahan gigi. Dibanding sebelumnya pakai rasio standar, pakai rasio Astrea 800 ke C series ngefek sampai ke perpindahan gigi 2 ke gigi 3.

Rpm lebih turun waktu  perpindahan gigi 1 ke 2 dibanding rasio standar. Turun minimal 1.000 rpm. Tapi, mesin lebih cepat mengail tenaga meski rpm turun jauh dibanding perbanding gigi standar.

Giliran rpm saat perpindahan gigi 2 ke 3. Hitungannya gak berbeda dari penggunaan rasio standar antara gigi 2 dan gigi 3. Tapi, rpm perpindahan gigi 3 ke gigi 4 bisa lebih rapat dibanding pakai rasio standar. Waktu putaran mesin masuk ke gigi 4, rpm bisa lebih cepat naik.  (motorplus-online.com)